AI Umum

Tren Perekrutan AI yang Diungkap CareerBuilder

CareerBuilder, bekerja sama dengan Morning Consult, sebuah perusahaan intelijen global, merilis buku putih “AI dalam Perekrutan” berdasarkan survei terhadap 400 pengambil keputusan perekrutan. Tanggapan mereka menyoroti prevalensi teknologi AI dalam perekrutan, aplikasi yang paling umum, kekhawatiran utama, dan prediksi tentang bagaimana AI akan membentuk kembali tim perekrutan.

Manfaat dan Keterbatasan AI

“Karena AI dengan cepat mengubah praktik rekrutmen, penting bagi para pemimpin SDM untuk memahami manfaat dan keterbatasannya,” kata Kristin Kelley, Chief Revenue and Marketing Officer CareerBuilder. “Berdasarkan hasil survei, kami bertujuan untuk memberdayakan tim perekrutan untuk memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab sambil mempertahankan faktor manusia yang penting untuk pengalaman kandidat yang luar biasa.”

Aplikasi AI dalam Perekrutan

Hampir setengah (47%) profesional perekrutan yang disurvei mengatakan mereka menggunakan AI. Di antara sorotan lainnya:

  • Aplikasi AI teratas dalam perekrutan meliputi penyaringan kandidat, penjadwalan wawancara, analisis aplikasi, orientasi karyawan, dan sumber daya.
  • Sebagian besar responden survei (86%) merasa diperlukan lebih banyak pelatihan dan pendidikan AI; kekhawatiran utama lainnya termasuk kurangnya sentuhan manusia dan kualitas data.
  • Pertimbangan etika seperti bias dan privasi penting bagi 92% responden; strategi umum untuk mengatasi bias termasuk algoritma yang menyadari keadilan dan pengawasan manusia.

Dampak AI pada Tim Perekrutan

Sementara sebagian besar profesional perekrutan tidak berpikir AI akan menggantikan pekerjaan mereka sepenuhnya, banyak (56%) memperkirakan tim SDM akan menjadi lebih kecil dan lebih terspesialisasi.

Masa Depan AI dalam Perekrutan

“AI dalam perekrutan sekarang menjadi arus utama dan akan tetap ada,” kata Kelley. “Pengusaha harus mempertimbangkan untuk mengadopsi teknologi AI agar tetap kompetitif. Mereka juga harus mulai memformalkan kebijakan dan pedoman AI, menemukan cara untuk menyeimbangkan AI dengan interaksi manusia, dan memikirkan peran sehingga anggota tim manusia memberikan dampak paling besar.”