AI Teknologi Informasi

Ringkasan Konklaf AI Global 2023

Konklaf AI Global 2023, yang diselenggarakan bersama oleh CNBC-TV18 dan Moneycontrol, merupakan kumpulan pionir, ahli, dan penggemar AI yang belum pernah terjadi sebelumnya. Acara ini berlangsung pada 16 Desember di JW Mariott, Bengaluru, dengan lebih dari 15 sesi yang dipandu oleh tokoh-tokoh terkemuka di bidang AI dari India dan seluruh dunia.

Deklarasi New Delhi, sebagai bagian dari Kemitraan Global untuk AI (GPAI), mendapat dukungan penuh dari perwakilan dua puluh delapan negara. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan AI sambil meminimalisir kekurangannya. Deklarasi tersebut menyoroti beberapa isu terkait AI, seperti memerangi disinformasi dan misinformasi; mengatasi masalah pengangguran; menjamin transparansi dan keadilan; melindungi hak kekayaan intelektual dan data pribadi; serta menghindari risiko terhadap hak asasi manusia dan prinsip demokrasi.

Tokoh-Tokoh Terkemuka di Konklaf

  • Andrew Ng, salah satu suara paling berpengaruh di dunia AI
  • Rajeev Chandrasekhar, Menteri Negara bagi Elektronik dan Teknologi Informasi, India
  • Sridhar Vembu (Pendiri & CEO, Zoho)
  • Sharad Sharma (Co-founder, iSPIRT Foundation)
  • Swapna Bapat, VP Product Marketing di Palo Alto Networks
  • Andrew Feldman, Pendiri & CEO Cerebras Systems
  • Vivek Raghavan, Pendiri Sarvam AI
  • Chris Miller, penulis Chipwar

Pemikiran Andrew Ng Andrew Ng, tokoh terkemuka di bidang AI, menyatakan bahwa India memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin dunia dalam industri yang baru tapi cepat berkembang ini. Hal ini didasarkan pada tingginya penetrasi keahlian AI di negara tersebut dan minat yang besar terhadap teknologi ini.

Dari 90.000 siswa yang terdaftar dalam kursus AI generatif Coursera di bulan pertama, 20.000 di antaranya berasal dari India, menjadikan negara ini yang kedua tercepat dalam tingkat pendaftaran. Menurut Ng, ini menunjukkan betapa besar dan terkonsentrasinya minat terhadap AI di India.

Ng juga merujuk pada laporan dari AI Index Universitas Stanford yang, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh LinkedIn, menempatkan India sebagai negara dengan tingkat penetrasi keahlian AI tertinggi, bahkan melebihi AS.

Rajeev Chandrasekhar Berpikir Rajeev Chandrasekhar, Menteri Negara bagi Elektronik dan Teknologi Informasi, menekankan perlunya kerangka kerja global yang mengatur AI tanpa mendemonisasi teknologi ini. Ia menekankan pergeseran menuju pendekatan yang lebih cermat dan berfokus pada keselamatan setelah munculnya ChatGPT, sebagai perubahan signifikan dalam sikap dunia. Menurutnya, menggunakan AI untuk kebaikan sambil menghindari bahayanya adalah tindakan seimbang.

Peran India dalam Mendorong AI Kolaboratif Kesuksesan dan dampak Konklaf AI Global 2023 membangkitkan antusiasme di kalangan komunitas AI dan lebih luas. Selain membahas topik dan peluang AI, konklaf ini juga menawarkan beberapa saran spesifik dan dapat dilakukan untuk kolaborasi dan tindakan di masa depan. Beberapa poin penting yang dibahas termasuk:

  • AI berpotensi menjadi perubahan besar, namun juga menghadirkan beberapa risiko dan tantangan yang harus dihadapi dengan hati-hati dan tanggung jawab.
  • Strategi interdisipliner dan yang didorong oleh pemangku kepentingan diperlukan, karena tidak ada solusi tunggal dalam bidang yang beragam dan terus berubah ini.
  • AI, bila diimplementasikan dengan benar dan adil, bukanlah permainan zero-sum, melainkan peluang win-win yang dapat menguntungkan semua pihak.
  • Ini bukan sekadar ide jauh, melainkan sesuatu yang nyata, yang berdampak pada kehidupan dan pilihan kita sehari-hari.

Konklaf AI Global 2023 di India merupakan titik penting dalam sejarah inovasi AI dan kerjasama internasional. Di konklaf ini, jelas bahwa India tidak hanya sebagai pengguna AI, tapi juga sebagai pemimpin dalam pengembangan AI dan memiliki sesuatu yang spesial untuk ditawarkan kepada komunitas internasional. Konklaf ini meninggalkan kesan yang mendalam dan memotivasi peserta untuk bergabung dalam revolusi AI dan membentuk masa depan yang mereka lihat.